Semen Padang FC, Klub Profesional Legenda, The Last Mohichan Liga Galatama

Semen Padang FC, Klub Profesional Legenda, The Last Mohichan Liga Galatama
Semen Padang FC, Klub Profesional Legenda
Klub Profesional Semen Padang FC adalah klub profesional legenda di Indonesia. Semen Padang FC, satu-satunya klub profesional yang tetap konsisten sejak era Galatama.

Namun sangat disayangkan, klub kebanggaan Kota Padang ini harus rela turun kasta atau terdegradasi dari liga utama (Liga 1) ke liga kedua (Liga 2) musim lalu.

Tidak hanya warga Kota Padang yang menangisinya, saya sendiri sangat kehilangan. Saya sendiri terus mengikuti perkembangan sepakbola Indonesia, sejak era perserikatan  dan tentu saja sejak awal kelahiran Liga (semi) Profesional Galatama.

Semen Padang FC adalah legenda klub sepakbola profesional di Indonesia.

Semen Padang FC muncul sebagai klub profesional di Kota Padang  tidak terlepas dengan eksistensi saudara tuanya Tim perserikatan PSP Padang yang sama-sama memiliki homebase di Kota Padang.

Semen Padang FC selama lebih dari tiga dekade ini telah memainkan peran sebagai simbol sepakbola Kota Padang yang telah sejak lama dirintis oleh PSP Padang.

Sejarah Semen Padang FC

Semen Padang FC didirikan pada tanggal 30 November 1980. Itu berarti terjadi 39 tahun yang lalu.

Semen Padang FC memulai kompetisi pada level kedua Liga Galatama pada musim kedua dan berhasil promosi ke kompetisi level pertama tahun 1982 (musim ketiga). Liga Galatama sendiri dimulai tahun 1979.

Pada level pertama musim kompetisi kedua ini terdapat tiga klub Sumatra yakni Pardedetex dan Mercubuana dari Medan dan Jaka Utama dari Lampung.

Pardedetex yang sudah ikut sejak kompetisi tahun pertama membubarkan diri tahun 1984 yang juga diikuti Jaka Utama.

Mercubuana lalu menyusul tahun 1985 membubarkan diri. Kedua klub Medan ini dibubarkan karena kompetisi tidak rela digerogoti oleh suap. Oleh karenanya pada musim kompetisi tahun 1985 hanya Semen Padang FC yang mewakili Sumatra.



Semen Padang FC terus berkiprah hingga dileburnya kompetisi Liga Galatama dan Kompetisi Antar Perserikatan yang disebut Liga Indonesia.

Pada kompetisi musim pertama Liga Indonesia (1994/1995) klub Galatama dari Sumatra adalah Semen Padang dan Medan Jaya. Sedangkan klub yang dibentuk dari perserikatan adalah Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, PSDS Deli Serdang dan PS Bengkulu.

PS Bengkulu hanya berpartisipasi di musim perdana Liga Indonesia (1994/1995). Pada kompetisi musim 1996/1997 PSP Padang muncul. Namun PSP Padang hanya dua musim lalu tenggelam lagi. Klub Medan Jaya pada musim 1999/2000 terdegradasi.

Pada tahun-tahun berikutnya Semen Padang FC di Sumatra didampingi beberapa klub.

Pada tahun 2007 terjadi perubahan format kompetisi yang mana kompetisi dua wilayah dibah menjadi bersifat nasional.

Format ini terus dipakai hingga ini hari. Namun sayangnya, Semen Padang FC dalam seleksi 2007 tersebut harus terdegradasi ke kompetisi level kedua. Semen Padang FC baru promosi ke kompetisi level satu pada musim 2010/2011.

Sejak itu Semen Padang FC tetap berada di kompetisi level pertama. Namun pada kompetisi 2017 Semen Padang FC harus kembali terdegradasi.

Semen Padang FC sangat disayangkan terdegradasi, Hal ini karena Semen Padang FC adalah klub yang memiliki masa hidup di kompetisi level tertinggi Liga Indonesia terbilang klub Sumatra yang memiliki masa hidup (life time) paling lama jika dibandingkan dengan klub-klub lainnya yang memiliki homebase di Sumatra.

Satu hal, Semen Padang FC adalah satu-satunya klub eks Galatama yang memiliki life time terlama dengan nama yang tidak pernah berubah sejak era Galatama. Konsistensi Semen Padang FC harus diakui sebagai klub sepakbola profesional yang harus menjadi teladan bagi semua klub profesional di Indonesia.

0 Response to "Semen Padang FC, Klub Profesional Legenda, The Last Mohichan Liga Galatama"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel